Penuh Antusias, Siswa SMAN 1 Lumbang Mengikuti Sosialisasi Peluang Studi dan Kerja di Jepang
Lumbang — SMAN 1 Lumbang menggelar sosialisasi pendidikan internasional bersama Kimura Sensei, Principal of Asia Africa Linguistic Institute sekaligus President of Asia Africa Culture Foundation, Tokyo, Jepang, Rabu (17/12/2025). Kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan kepada siswa terkait peluang studi, kehidupan mahasiswa asing, serta prospek kerja di Jepang.
Kegiatan berlangsung dengan nuansa budaya Jepang yang kental. Para siswa menyambut tamu dengan mengenakan yukata, sementara guru tampil dalam yukata dan kimono, menciptakan atmosfer khas Negeri Sakura sejak awal acara.
Acara dipandu oleh Nunuk Trihandayani, S.Pd., Gr. dan Adi Mulyo. Keduanya kompak mengenakan yukata, baju tradisional Jepang. Acara dibuka dengan sambutan Budi Santoso, M.Pd., C.Ht. Ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kimura Sensei dan berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan global serta memotivasi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
Dalam sambutannya, Kimura Sensei memperkenalkan Asia Africa Linguistic Institute dan Asia Africa Culture Foundation. Ia juga berbagi pengalaman personal terkait Indonesia.
“Saya pernah belajar bahasa Indonesia, tetapi sekarang sudah lupa,” ujar Kimura Sensei, yang disambut respons hangat para peserta.
Kegiatan kemudian diisi dengan penampilan seni siswa. Dinda dan Windi membawakan lagu Kamado Tanjirou no Uta, disusul tarian Sakura Odori oleh Umul, Ashita, Fani, Chika, dan Oktavia, serta duet Risma dan Aziz yang menyanyikan Fuyu no Hanashi.
Memasuki sesi utama, Kimura Sensei menyampaikan sosialisasi mengenai Akademi Bahasa Asia Afrika, mencakup jalur pendidikan, kehidupan mahasiswa internasional, serta peluang kerja di Jepang. Pemaparan disampaikan dengan bantuan penerjemahan oleh Handa Sensei dan mendapat perhatian serius dari para siswa.
Pada sesi tanya jawab, Fidia (XII-1) menanyakan prospek kerja bagi pelajar asing setelah lulus. Kimura Sensei menjelaskan bahwa mahasiswa internasional akan difasilitasi untuk memperoleh pekerjaan paruh waktu, mengingat tingginya kebutuhan tenaga kerja di Jepang. Selain itu, alumni institusi juga berperan dalam membantu penyaluran kerja.
Terkait peluang kerja permanen, Kimura Sensei menyebutkan adanya sejumlah persyaratan administratif, seperti dokumen kependudukan, visa sosial, visa kerja, serta asuransi kesehatan. Bagi lulusan yang melanjutkan studi S1 dan ingin menetap di Jepang, pihak institusi bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung proses tersebut.
Pertanyaan berikutnya diajukan oleh Olivia (XII-3) mengenai perbedaan biaya kuliah di perguruan tinggi negeri dan swasta di Jepang. Kimura Sensei menjelaskan bahwa universitas negeri memiliki biaya lebih terjangkau, namun persaingan masuknya sangat ketat. Sementara itu, universitas swasta mematok biaya lebih tinggi, tetapi proses penerimaan lebih mudah dan tetap membuka kesempatan kerja paruh waktu bagi mahasiswa.
Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan cendera mata antara Kimura Sensei dan Budi Santoso, serta kepada Handa Sensei, kemudian dilanjutkan dengan foto bersama siswa dan guru.
Usai kegiatan, Kimura Sensei dan Handa Sensei melanjutkan pertemuan dengan Budi Santoso dan Eka Sensei untuk membahas peluang kerja sama. Salah satu rencana yang dibicarakan adalah program kursus daring yang akan diajar langsung oleh pengajar dari Asia Africa Linguistic Institute. Selain itu, Eka Sensei juga mendapat kesempatan mengikuti program pelatihan selama satu minggu yang diselenggarakan Asia Africa Culture Foundation di Tokyo.
Dalam suasana santai saat makan siang, Kimura Sensei untuk pertama kalinya mencicipi durian dan menyebutnya sebagai “raja buah”. Ia juga memberikan apresiasi terhadap penampilan seni siswa yang dinilai mampu menunjukkan penguasaan bahasa serta pemahaman makna lagu.
Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap siswa SMAN 1 Lumbang semakin termotivasi untuk menempuh pendidikan internasional dan mempersiapkan diri menghadapi peluang global, khususnya di Jepang.




